TK dimana?

Dan akhirnya ngerasain juga yang namanya hunting sekolah untuk anak. Rasanya piyee gitu, kesannya kok serius banget padahal masih Taman Kanak-Kanak tapi emaknya kok deg-deg an takut salah pilih.

Untuk hal hunting sekolah, Angga dan gue bagi tugas..karena yang punya waktu banyak di rumah si istri maka dimandatkanlah amanah untuk survey TK buat anak lanang. Sejauh ini Angga dan gue punya pemikiran yang sama untuk kriteria TK yang kita ber-3 mauin (satu nya tentu si anak lanang).

Kriteria tersebut sederhana:

1. Sesuai Budget.

2. Bangunan Fisik dan Visi sekolahan bagus, selayaknya TK untuk anak2.

3. Kurikulum dan bahasa pengantar Bahasa INDONESIA.

4. TK yang TIDAK memberikan tugas / PR ke anak2nya.

5. Jarak ke sekolah tidak jauh.

Poin 1 > Sesuai Budget

Dari segi biaya uang pangkal, uang bulanan, dan uang esktra sesuai dengan besarnya tabungan pendidikan Kei. Pemikiran kami, masih panjang jenjang pendidikan yang harus dilewati untuk itu sebisa mungkin kami bisa membiayai pendidikan Kei dengan tabungan kami sendiri tanpa membebani siapa-siapa.

Poin 2 > Bangunan Fisik dan Visi sekolahan bagus, selayaknya TK untuk anak-anak

Yup, menurut Angga dan gue cerminan guru, sistem pengajaran, manajemen dari si calon sekolah pastinya tercermin dari “fisik luarnya”. Gue pribadi menghindar dari bangunan sekolah yang “bertingkat” kalau untuk Taman Kanak-Kanak. Seberapapun banyaknya guru yang mendampingi, namanya anak-anak kita gak tau …human error could be happen anytime and anywhere..Yang standar aja, gak bertingkat, sirkulasi udara bagus, bersih, dan terang (gak kusam/lembab). Remponggg ya bu..bangun aja sekolahan sendiri hahahaaa..namanya juga usaha, sukur-sukur dapet yang sesuai dengan kriteria.

Poin 3 >  Kurikulum dan bahasa pengantar Bahasa INDONESIA

“My name is Kei”

What colour is this Kei? , jawab “RED”

Are you Hungry? , jawab “Yes”

“Square, Circle, Sphere, Ouval, Rectangle, Pentagon, Hexagon, Cube, Diamond, Heart,..”(ibunya bengong, jaman dulu 3.5 taun boro2 bisa one,two,three endestre endestre….wess ewesss ewesss)

Di les in bahasa ingrris?  enggak. Full Berbahasa Inggris di rumah? enggak juga. Pre-school di International School? boro-boroooooo. Learning by doing kuncinya. Pegang Ipad, ditemenin belajar pake aplikasi gratisan…wess ewess sendiri tu si Kei.

Pingin nyekolahin di Int’l school cuma selain biayanya lebih mahal (untuk kantong kami ya), belum tentu juga nanti SD,SMP Kei full conversation pake bahasa Inggris di sekolah atau di lingkungannya. Bukan berarti kami anti berbahasa Inggris, hanya saja kalo semua anak dari piyik udah diajarin “speaking english” terus mother languange kita mau dikemanain?? lama-lama beli tolak angin di warung kudu ngomong pake bahasa enggress 10 taun lagi (ini mah hiperbola bin ngawur ya hahahahaa…)..intinya begitu lah. Tetap yang utama, selama masih tinggal di Indonesia ya sehari-hari menggunakan BAHASA. Inggris for second languange gak masalah, haruss..era globalisasi mau jadi apa kalo gak bisa bahasa enggress🙂

Poin 4 > TK yang TIDAK memberikan tugas / PR ke anak2nya.

Ngeriiii niiiii ahaa anak TK udah ada PR?? Jaman eidaaannnnn. Realita loh ini, meskipun si PR cuma berbentuk menulis huruf Abjad satu lembar, tapiiiiiiiiiii ini kan masih 4 taunnnn *nangis guling-guling keplakin yang bikin kurikulum SD harus bisa calistung*. Nih ya, gue kasi tau..jaman gue TK gue itu masi ingusan kemana-mana, main sana main sini, nyanyi-nyanyi puasssss kalo diinget dulu kecil hidupnya main muluk. Tau sekarang era globalisasi, tapi apa ngaruhnya anak umur 4 taun udah dijejelin PR?? keburu pinter nanti korupsi umur berapa? Kalo boleh usul mending yang ditambah didalam kurikulum itu budi pekerti, gimana anak menghormati orang tua dan orang lain, bagaimana anak diajarkan mengucapkan “terima kasih” “maaf” dan “tolong”, bagaimana anak punyarasa kepekaan sosial yang tinggi, bagaimana anak bisa menjadi anak yang sopan, dll . Lagi-lagi ini opini gue dan suami. Masalah anak bisa membaca, berhitung pasti bisa dengan sendirinya, masalah anak kok gak pernah berprestasi akademik jadi juara kelas dsb..gampangg selama toko yang jual piala dan medali yang di Atrium senen masi jualan beli aja piala, ukir sendiri nama anak kita kalo cuma pingin dipamerin ke orang-orang.

Ambil positifnya aja, sekolahan anak gak terlalu mahal..sediain budget utk les diluar pelajaran entah les musik, olah raga, tari, dsb lebih berarti dibanding ngeluarin uang sekolah ber-pul-pul-jut (berpuluh-puluh juta) tapi anaknya juga lulus dengan “average” tanpa mempunyai keahlian apa-apa.

Poin 5 > Jarak ke sekolah tidak jauh.

Buat yang berdomisili di Jakarta, penting ni. Jangan buat stress anak kecil dengan kondisi traffic Jakarta yang sudah abnormal. Cuma satu, kasian..

Dari segala pertimbangan tersebut, ada 3 calon sekolah yang sudah kami intip dan seleksi..dan dengan keputusan bulat juga sudah terpilih satu sekolahan yang (semoga) nantinya bisa jadi sekolah TK Keilano di bulan Juli besok.

Buat ibu-ibu yang masi bingung milih sekolah untuk anak2nya, konsultasi berdua dengan suami, survey langsung ke sekolah yang ada dalam daftar pilihan kalian, dan tentukan yang terbaik menurut kalian untuk anak2 kita..

One thought on “TK dimana?

  1. setuju erma,krn sy jg blm ada rencana mau hijrah ke luar negeri/akan mnyekolahkan SD-SMA anak di enggres dan semacemnya, maka gunakanlah pngantar bahasa indonesia sa yg baik dan benar hehehe -just my opinion lho-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s