DILEMA

 

 

 

 

Seperti berdiri di persimpangan jalan, atau makan buah simalakama tepatnya.   Ibu Rumah Tangga atau Ibu Bekerja? Beribu-ribu artikel sudah banyak yang membahas positif-negatifnya jadi Ibu Rumah Tangga (IRT) atau Ibu Bekerja (IB) , setiap kali membacanya saya sendiri juga sudah tau benar bagaimana mengalaminya/menjalani menjadi IRT / IB, tapi ketika masalah itu dihadapkan di depan kita rasanya seperti ini *PLAK* seperti ditampar di muka sendiri, dan pada saat itu juga kita harus bisa menanggung konsekuensinya.

 

Yup, setelah melahirkan anak pertama, tepat pada saat itu saya berpikir untuk berhenti menjadi IRT. Banyaaak sekali petimbangan yang saya pikirkan pada saat itu untuk memilih menjadi IRT.

  • Susahnya mencari tenaga Baby Sitter
  • Tidak adanya orang terdekat yang bisa dipercaya untuk mengawasi anak saya ketika bersama BS
  • Tidak adanya tenaga ART untuk meng-handle urusan RT spt masak, cuci karena ART yg kami punya saat itu hanya 1 orang

 

Mungkiinn picik sekali hanya karena masalah2 tersebut saya harus berhenti menjadi IB, but well keputusannya tetap QUIT!   Sejak Kei berumur 3 bulan, saya dan suami harus boyongan ke rumah mertua karena disana Kei bisa dibantu dijaga oleh mama dan papa mertua serta seorang embak. Lain halnya apabila kami harus tinggal di rumah orang tua saya, disana tidak ada yang bisa dipasrahin untuk menjaga Kei yang umurnya masi relatif kecil.

 

Jarak Bintaro (rumah mertua) – Gn.Sahari (lokasi kantor) saya tempuh selama 1 bulan dengan lama perjalanan (sekali jalan kurang lebih 2 – 2.5 jam). Capekkk bahkan capekkkkk bangettttt. Produksi ASI menurun drastis. Jumlah ASI yg biasa nya bisa 4 botol @100ml, berkurang menjadi 2-3 botol @75ml yang saya bawa pulang ke rumah. Waktu istirahat yg sedikit untuk tidur dan bertemu anak tidak sebanding dengan pengorbanan yang dikeluarkan. Baiklah, saatnya bicara dengan suami mengenai hal ini dan tanpa ragu saya mengemukakan perasaan yang saya alami tersebut. Puji Tuhan suami menyetujui niat saya menjadi IRT dan disertai kabar baik lainhnya yang berpihak pada kami, suami dipromosikan dan kami pikir ini adalah rejeki anak kami. Amin. Satu bulan setelah cuti melahirkan, saya mengajukan surat pengunduran diri dan ketika Kei berumur 5 bulan saya resmi menyandang status IBU RUMAH TANGGA🙂 . Senang? pastinya… yang ada dipikiran saya betapa menyenangkan mengurus anak di rumah ditambah mengisi waktu luang dengan kegiatan2 yang menjadi hobi saya.

 

Ibu Rumah Tangga dengan jam kerja yang tidak ada batasannya dengan segala tanggung jawabnya adalah pekerjaan yang sangat luar biasa. Pagi hari dimulai dengan menyiapkan berbagai macam sarapan untuk suami, dan anak. Setelah suami berangkat kerja, memandikan anak dan mengantarnya ke Taman Bermain atau berbelanja ke tukang sayur adalah aktifitas selanjutnya yang saya lakukan. Biasanya sekitar jam 11 setelah anak pulang dari Taman Bermain langsung tidur, disaat itulah saya harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Memasak, istirahat lah yang saya lakukan ketika Kei tidur siang. Jam 1 siang anak bangun, dan kami biasanya makan siang bersama, bermain sampai dengan jam 2 atau jam 3 sore. Jam 4 anak mandi dan main sore sambil makan dengan teman2 kompleknya. Karena yang menyuapi embaknya, biasanya saya menyiapkan makan malam, mandi, dan membersihkan kamar. Jam 6 sore, waktunya nonton tv bersama anak sambil menunggu suami pulang, dan biasanya sekitar jam 8 suami pulang setelah itu kami makan malam bersama. Pukul 9 malam anak tidur, saya baru bisa meluruskan kaki dan leyeh2 bersama suami.

 

Sepintas jadwal kegiatan sebagai IRT yang saya tulis diatas sepertinya mudah, banyak istirahatnya, dll padahal secara praktek tidak.

 

Satu kali dua kali saya juga sering bertemu dengan teman2 .Hanya sekedar makan siang bersama, shopping…. Saat2 seperti ini biasanya saya manfaatkan sebaik mungkin, karena sangat membantu untuk meningkatkan mood baik dan untuk melepas penat.

 

Dua tahun saya menjadi IRT, keinginan untuk menjadi IB mulai muncul bersamaan dengan tumbuhnya Kei yang sekarang sudah berumur 2 tahun. Mulai berfikir untuk kembali ‘mengisi’ celengan untuk masa depan anak, memutar otak dan me’refresh’nya dengan aktifitas kantoran, membuat network baru, bertemu lingkungan baru dan teman-teman baru.

 

Dan saya kembali seperti berdiri di persimpangan jalan, harus memilih!

 

DILEMA.

 

 

Friends from my latest Office, PT. Golden Retailindo

 

Quality time with Kei in the mall

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s